http://erickcomunity.pun.bz/files/blackberry-jakarta.jpg
BlackBerry memang sudah lama ingin membuat smartphone untuk warga Indonesia. Hal ini untuk menghargai para konsumennya di tanah air (Indonesia).
Diketahui, smartphone tersebut bernama BlackBerry jakarta atau BlackBerry Z3 yang akan diperkenalkan pada bulan ini.
John Chen selaku CEO BlackBerry, mengungkapkan optimis untuk pembuatan smartphone tersebut. Dia yakin BlackBerry akan kembali berjaya mulai dari titik ini.
Akan tetapi Chen sepertinya lupa kondisi yang terjadi di Indonesia.
Beberapa tahun yang lalu, BlackBerry menjadi merek smartphone idola hampir di seluruh dunia. Hal tersebut disebabkan oleh keyboard fisik dan eksklusivitas layanan BBM atau BlackBerry Messenger pada smartphone asal Kanada itu.
Namun dengan seiring berjalannya waktu, hadirnya smartphone dengan layar sentuh mulai mengancam ekosistem BlackBerry.
Yang paling berpengaruh adalah dari perangkat Apple dan Samsung, mengingat kedua perusahaan itu mampu merajai pasar dengan cukup pesat.
Satu-satunya nyawa BlackBerry adalah negara berkembang seperti Indonesia yang masih mau mempertahankan atau menggunakan smartphone besutan mereka (BlackBerry).
Tetapi itu dulu. Saat ini Indonesia pun dikabarkan sudah mulai meninggalkan BlackBerry.
Hal tersebut terungkap melalui data dari IDC (International Data Corporation), yang menyebutkan bahwa 11 juta unit smartphone yang dikirimkan ke Indonesia pada tahun lalu, kini mengalami penurunan sangat drastis. Dan bahkan hanya 14 persen saja dari total 11 juta unit tersebut, seperti yang dikutip dari UBergizmo (10/2).
Bahkan menurut WSJ (21/2), masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta juga sudah tidak lagi tertarik pada BlackBerry. Hal itu berdasarkan dari penuturan pedagang handphone di ibukota yang mengatakan penjualan BlackBerry sangat sepi bahkan hampir 'mandeg'.
Dalam sehari mungkin hanya laku dua atau satu. Atau bahkan terkadang juga sama sekali tidak ada yang terjual (laku).
Menanggapi hal tersebut, John Chen tetap melihat Indonesia sebagai pasar yang baik. "Bagaimana pun juga, Indonesia tetap penting bagi kami," ujar Chen seperti yang dikutip Phone Arena (21/2).
Lantas, apa dan bagaimana pendapat Anda?
Monday, 24 February 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar anda demi kemajuan blog ini
terima kasih